1.1 Definisi
Neurodermatitis
sirkumskripta adalah peradangan kulit kronis, gatal, sirkumskip, ditandai
dengan kulit tebal dan garis kulit tampak lebih menonjol (likenifisasi)
menyerupai kulit batang kayu, akibat garukan atau gosokan yang berulang-ulang
karena berbagai rangsangan pruritogenik.1,2
1.2 Sinonim
Lichen
simplex choronicus (LSC)/
liken simpleks kronis (LSK), liken Vidal.1,2,3
1.3 Epidemiologi
Penyakit ini tidak biasa
mengenai pada anak, tetapi pada usia dewasa-manula, diperkirakan terjadi pada
12% populasi. Kelompok usia dewasa 30 – 50 tahun paling sering
mengalami keluhan neurodermatitis.
Neurodermatitis
dapat terjadi pada laki-laki dan wanita (2:1), tetapi lebih sering dilaporkan
terjadi pada wanita terutama pada umur pertengahan.1, 2, 3, 4
1.4 Etiopatogenesis
Pruritus
memainkan peran sentral dalam timbulnya pola reaksi kulit berupa likenifikasi dan prurigo nodularis. Hipotesis mengenai pruritus karena
adanya penyakit yang mendasari,
misalnya gagal ginjal kronis,
obstruksi saluran empedu, limfoma Hodgkin, hipertiroidia, penyakit kulit seperti dermatitis
atopik,
dermatitis kontak alergik, gigitan serangga dan aspek psikologik dengan tekanan
emosi.1
Pada
prurigo nodularis jumlah eosinofil
meningkat. Eosinofil
berisi protein X dan protein kationik yang dapat menimbulkan degranulasi sel mast. Jumlah sel Langerhans juga
bertambah banyak. Saraf yang berisi CGRP (calcitonin
gene-related peptide) dan SP (substance
P), bahan imunoreaktif, jumlahnya di dermis bertambah pada prurigo
nodularis, tetapi tidak pada neurodermatitis sirkumskripta. SP dan CGRP
melepaskan histamin dari sel mast
yang selanjutnya akan memicu pruritus. Ekspresi faktor pertumbuhan saraf p75
pada membran sel Schwan dan sel perineurum meningkat, mungkin ini menghasilkan
hiperplasi neural.1,
2
Faktor lingkungan turut
menginduksi rangsang gatal seperti panas, kerigat dan iritasi yang berhubungan
dengan anogenital linken simpleks kronik. Faktor emosional atau psikologis juga
dapat mejadi pemicu rasa gatal (pruritis). Sebuah penelitian mengemukakan bahwa
pasien yang mengalami prurigo nodularis juga memiliki riwayat penyakit seperti
depresi, anxiety, dan berbagai
masalah psokologis lainnya. 2
1.5 Histopatologi
Gambaran
histopatologik neurodermatitis sirkumskripta berupa ortokeratosis, hipergranulosis,
akantosis dengan rete ridges
memanjang teratur. Bersebukan sel radang limfosit dan histiosit di sekitar
pembuluh darah dermis bagian atas, fibroblas bertambah, kolagen menebal. Pada
prurigo
nodularis akantosis pada bagian tengah lebih tebal, menonjol lebih tinggi dari
permukaan, sel Schwan berproliferasi, dan terlihat hiperplasi neural. Kadang
terlihat krusta yang menutup sebagian epidermis.1,4
1.6 Gejala Klinis
Penderita
mengeluh gatal sekali,
bila timbul malam hari dapat mengganggu tidur. Rasa gatal memang tidak terus
menerus, biasanya pada waktu tidak sibuk, bila muncul sulit ditahan untuk tidak
digaruk. Penderita merasa enak bila digaruk; setelah luka, baru hilang rasa
gatalnya untuk sementara (karena diganti dengan rasa nyeri).1,2
Lesi
biasanya tunggal, pada awalnya berupa plak eritematosa, sedikit edematosa,
lambat laun edema dan eritema menghilang, bagian tengah berskuama dan menebal,
likenifikasi dan ekskoriasi; sekitarnya hiperpigmentasi, batas dengan kulit
normal tidak jelas. Gambaran klinis dipengaruhi juga oleh lokasi dan lamanya
lesi. 1,5
Letak
lesi dapat timbul dimana saja. Adapun daerah yang biasa ditemukan, atara lain;
skalp,
tengkuk, samping
leher, lengan
bagian ekstensor, pubis, vulva, skrotum perianal, medial tungkai atas, lutut, lateral tungkai bawah, pergelangan kaki, dan punggung kaki.1
Neurodermamis
di
daerah
tengkuk (lichen nuchae) umumnya hanya
pada
perempuan, berupa
plak
kecil di tengah tengkuk atau
dapat meluas hingga ke skalp. Biasanya skuama menyerupai psoriasis. Variasi klinis NS dapat berupa prurigo nodularis, akibat garukan atau korekan tangan
penderita yang berulang-ulang pada suatu tempat. Lesi berupa nodus berbentuk kubah,
permukaan mengalami erosi tertutup krusta dan skuama, lambat laun menjadi keras dan berwarna
lebih gelap (hiperpigmentasi). Lesi biasanya multipel, lokalisasi tersering di
ekstremitas,
berukuran mulai beberapa millimeter sampai 2 cm.1,2,5
1.7 Diagnosis
Diagnosis
neurodermatitis sirkumskripta didasarkan gambaran klinis, biasanya tidak
terlalu sulit. Namun perlu dipikirkan kemungkinan penyakit kulit lain yang memberikan
gejala pruritus,
misalnya liken planus, liken amiloidosis, psoriasis, dan dermatitis atopik.1,5

Komentar
Posting Komentar